Mentertawakan Diriku Sendiri Bagian I

Standar

Berikut ini adalah tulisan yang pernah saya tulis dan posting dalam catatan facebook. Hanya sekadar mengenang masa-masa awal saya menulis cerita dengan tanda baca yang tidak teratur. Bahkan tidak sedikti menyalahi tanda baca. Sengaja saya posting dalam blog pribadi saya ini untuk kembali mengingat dan mengenang masa lalu yang begitu lucu. Berikut catatan itu.

Terasa silau dimataku ketika membuka mata di pagi ini, suara – suara hentakan kakipun menggema di telingaku, ternyata kesiangan melanda bangunku di hari ini. Sedikit menyesal dan bahagia bercampur aduk melihat kawan-kawan dengan senangnya yang akan menghadiri perkawinan teman dan keluarganya hari ini, huft.. aku malas sekali menggerakan tubuh untuk beranjak dari tempat yang senyaman surga ini, pulas sekali aku beristirahat, (yaa.. rasa uyuh banar kaitu nah samalam tu..) ku ingat kembali apa-apa saja yang sudah diperbuat di hari sebelumnya.

Bangun pagi sudah ada 7 panggilan tak terjawab di handphoneku dan 5 pesan yg belum ku baca “wooi., lajui ke sekre.. Anak buah mahadangi “. Sms dari kerabat sanggar.Ternyata aku lupa kalau hari ini harus menghadiri undangan acara Aruh Seni dan Budaya di Sanggar Titian Berantai UNISKA BANJARMASIN. “hahaha, maaf kawan, aku hanyar am bangun guring”. Tak ada maksud meremehkan hanya Mentertawakan Diriku Sendiri begitu mudahnyakah aku melupakan yang penting?. Langsung saja aku beranjak ke kamar mandi. Singkatnya (gasan mahandapi kisah) berangkat lah dirinya (aku maksudnya) menuju sekretariat sanggar Ar-Rumi STAI DARUSSALAM MARTAPURA. ” Nah?.. Ini aja kah?, manaan umatnya? Lakiannya manaan lagi? “. Tersentak kaget ketikaku hanya melihat dua sosok perempuan yang tidak lain adalah anggota dari angkatan VIII. Tak ada maksud menghina atau merendahkan, hanya saja mereka masih manja. ” kada tahu bang ai, urangnya kededaan !!! “.(Jengkel bercampur kesal, muar, mendidih, sangkal, emosi, tapi sebenarnya kada kaitu pang lah, Nanda tu penyabar urangnya, urangnya kada tapi ngalih tidak mudah keluh kesah. Itu kisahnya banar ai) tak lama ku berpikir sejenak, sekarang sudah jam 09.30 tentunya sudah 1 jam acara di sana berlangsung. Tapi mana “2Q” ( baca : tuki ) dangsanak bubuhan Rumi merangkap senior ku di sanggar merangkap penghuni sekre merangkap kawan bereramian merangkap orang yang tadi pagi kirim sms untuk menyuruhku bersegera (bujur aja kah tulisannya kaya itu?, Ato ejaannya kah salah?, Barang haja gin sudah, tasarah penulis ai) ternyata tidak ada. DIA TIDAK ADA DI SINI.. Oh apa yang harus aku lakukan ? ? ? ( Lebay mode : on ). ” Dimana kam? Kada umpat ke Banjarmasin kah?” sms yang ku kirim kepadanya (2Q. Yaaah. Begitulah biasanya dia menuliskan identitasnya) ” hehe, maaf nah kawan hari ini handak main futsal “. Balasnya.

“oooo… Bagus.. Bagus banar barangnya. .musti manggasak. . Sekalinya kada tulak “. ( aku bemamai sorangan ). ” Hahahaha.. ” (Mentertawakan diriku Sendiri) “kenapa jadi aku nang habuuuuut lah. . Aj santai ja kita buhannya ai, Pokoknya tepat pukul 10.00 am,  mau tidak mau suka tidak suka kita berangkat seadanya”). Akhirnya dengan empat buah sepeda motor delapan anggota kita berangkat bersamaan tentunya dengan proses berkumpul yang ( tepuntal kesana kemari me es-em-es-si menelponi memamai menyariki menggasak sampai tatulak) prosesnya tidak saya ceritakan di sini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s