Mentertawakan Diriku Sendiri Bagian III

Standar

Menitikuku di pasir putih lingkungan Poltek yang becek. Becek memang karena akhir-akhir ini Hujan Terus Menggurui hari. ( dikutip dari salah seorang sastrawan muda dari Banjarbaru. Tak cantik sih. Namun aku suka..). Ku suruh salah seorang temanku yang sedikit watak dalam kelakuannya untuk masuk lebih dulu.

“kam beduhulu ja gen dah!.”

“asalamualaikum. . Adaan ja kah orangnya ?”.

” KADADA. BULIKAN AJA BUBUHAN KAM “. Suara yang lantang terdengar dari dalam laksana air bah yang jatuh dari pelapah nyiur di atap rumah ( sastra lebay mode : on ).

“Beh.. Kada salah lagi dah.. Itu Bang Andi, masuk dah masuk.!, ayuja jangan supan-supan. .anggap rumah sendiri (nah loh,?? kenapa jadi aku lah seakan-akan tuan rumah)”. Masuklah aku beserta anak buah (ibarat anak itik menggiring induknya ). Dengan perasaan yang senang bercampur gembira, wajah berseri bertegur sapa, tatapan senyuman dan canda tawa pun berhamburan di ruangan itu tanpa waktu terasa. Banyak pujian yang terlontar di kala itu. Wajar saja orang – orang teater akting SKSD pun di pakai pada waktu itu (SOK KENAL SOK DEKAT). Tanpa basa basi (kawan ku nang totok plus watak tadih).

“jadi.. ulun handak betakun, kenapa gerang Bang ngarannya jadi wasi putih, maka rajin wasi tu warnanya kuning?”. (aduuuuh.. dalam hatiku kawan nang saikung nginih kada pintar !, kanapa maka batakun kisah sok kritis banar!).”Nah.!, kam melihat ja kalo gelang nih.,!”(sambil menarik tangan seorang gadis di sampingku, jadi cemburu ulun bang ai. . Hohoho. Kada toh. Begaya!. Cuma bercanda! ) ” Wasi Putih kalo, jer bahasa tu besi putih, anti karat kada bakalan karatan kaya itu na! “. Bang Andi menyahut. (sisa artinya tafsirakan saurang. . Kada tapi ingat jua nah!). Singkat kata singkat cerita (gasan mahandapi kisah). Teman sekompi tidak tahan, bukan apa-apa karena memang kami belum makan siang. Mereka mendesak karena ingin pulang. Keinginan mereka menggebu-gebu sehingga memasang raut wajah benci terhadapku.

 

“ Bang Nanda, lajui bulikan! “.

“ Kam bulik tanpaku kawa lah?”.

“kawa ai”. Sahut mereka serempak.

Ya sudah akhirnya mereka pulang, karena memang aku orang yang tanpa aturan melakukan sesuatu yang ku suka tanpa paksaan ataupun aturan, sama ketika ku membayangkan cerita ini di tempat tidur,(huft. . Malas sekali bangun rasanya, lagian tak ada juga yang menyuruhku cepat-cepat bangun. Nah..!, kanapa jadi kaini?, kisahnya  larut jauh banar melenceng pada sirkuit. . Jer urang main sipak bula tu upsit. . Priiiit. .!!! ). Tinggal aku berdua dengannya (barang ja siapakah! ) bersama teman-teman Wasi Putih yang lainnya juga. Kami bercengkrama sampai tak terasa sore haripun tiba. Terdengar dua insan manusia yang saling mencerca dalam artian mereka saling memuja dan menghina namun tetap bercanda (identitas di samarkan). Ternyata memang aku tak patut mencampurinya hanya mampu mendukung mereka karena aku tak tau ada cerita apa di balik canda mereka berdua maklum orang sastra dan sutradara bercengkrama tidak mudah di bedakan antara kata yang bernuansa raja maupun nuansa pujangga karena mereka pintar membolak-balikan kata – kata, otak mereka di penuhi pembendaharaan kata – kata yang tiada tara. Kembali aku Mentertawakan Diriku Sendiri seseorang yang awam tentang bahasa sastra di lingkungan seniman. Tak bisa berkutik, Hanya memandang dan senyum menyimpul sembari tawa. Karena aku bukan apa-apa. Matahari semakin menampakan merahanya, haripun semakin sore terasa, perjalanan yang kuingat tidak hanya berhenti disini saja (sengaja di bikin “a” belakangnya supaya nyamaaaaan di eja. . Haha!!). Kendati Bang Andi pun mengajak kami ke Duta Mall. Untuk apa? Gumamku dalam hati. ” kita melihati plus menonton bubuhannya body painting untuk sponsor Telkomsel di DM ! “. Terang saja aku senang mendengar ajakan positif (positif.. ! Hamil kalle..!) dari sang sutradara terkenal seperti Bang Andi. Berangkatlah kami yang hanya tinggal berempat menuju DM pusat perbelanjaan modern terbesar yang terletak di kota Banjarmasin.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s