Mentertawakan Diriku Sendiri Bagian IV

Standar

 

Suasana hiruk pikuk kota Banjarmasin tak menghalangi semangatku untuk ke DM .(wew. . Untuk apa? Tanya seorang pembaca.  Gasan mehimungi kekawanan. Jawabku berusaha singkat). Debu, asap, polusi udara menderai menyelimuti jalan raya, maklum lah sekarang Banjarmasin sudah termasuk kota terpadat. (Sudah kaya Jakarta aja kesannya!). Melalui titian jembatan dan pemandangan seribu sungai ( sebutan untuk kota Banjarmasin

) kami lewati secara jalan yang kami lewati jalan dalam, bukan jalan luar yang terlalu banyak lampu merah, pos polisi, dan lain hal sebagainya. Sampai akhirnya plang Hypermart, GramediA toko buku, KFC, Texas chiken, XXI Studio, DUTA MALL Banjarmasin terpampang jelas di hadapan ketika ku menengok ke atas. Mulai memasuki gerbang parkir hatiku berkata “duit Bang Andi tu belabih na!, pinanya cagar di bayarkan parkir pang, saapa da Rp. 1000,-

aja jua! “). Beliau menengok kebelekang ketika ku mengambil dompet.

 

“sekalian lawan yang di belakang!”.

“han bujur lo jer ku. . (haha..!!, di bayari 1 ribu rupiah ja himung banar. . Wkwkwk, kaina pian bang ai  ulun bajak traktir dirumah makan)”.gumamku dalam hati. Ya sudahlah (kaya judul lagu) kusimpan dompet ku yang lusuh dan usang kembali ketempat persembunyiannya dan menelusuri lorong – lorong parkir yang tersedia.

Parkiran penuh tak ada luang dan ruang untuk parkir sebagaimana yang di inginkan. Akhirnya terkeluarlah kami memakirkan sepeda motor yang tanpa teduhan di atasnya (bahasanya gak enak banget!). Singkat kata singkat cerita ( gasan mahandapi kisah ) tibalah kami di ruang tengah DM yang penuh dengan hiasan seperti pohon pinus dan pernak-perniknya. Seperti perayaan Natal saja pikirku. Ya memang ternyata pihak dekorasi DM mungkin menyiapkan untuk merayakan hari raya Natal, ya sudahlah menurutku itu tidak terlalu penting untung di ceritakan. Bingung bercampur kesal, kelihatannya ( tapi ini hanya kelihatannya saja lho ya!) Bang Andi menghubungi teman-temannya secara mereka belum ada di tempat yang di maksudkan. Mereka bilang 30 menit lagi baru menuju lokasi karena saat ini masih di dandani. Aku pun tertawa kecil (entah Mentertawkan Diriku Sendiri atau orang lain, aku tak tahu! ). Kami habiskan waktu menunggu untuk berjalan-jalan di lingkungan DM tersebut untuk melihat – lihat. Karena memang tidak ada tujuan untuk berbelanja atau membeli sesuatu apapun. (maklum bulan tuha kada tapi beduit).

” Sy..! Aku tahu kam pasti suka baca, ntar kita mampir di Garmed yuk!.” ( lagaknya kaya bahasa pesinetron aja ). ” Ayuuuk”. Dia pun merespons ( “ayuuuk ” tu bahasa napa lah? Apa artinya? Membingungkan penulis saja). Tak lama kemudian.

 

“aku tahu tempat yang paling kam ketujui disini. Apa nah?”. Bang Andi mendadak bertanya kepadanya.

” APA? Strowberry? “.

” Layin! “.

” habis pang apa? “.

” Gramedia.! Ya lo? “.

“beh pian nih.., hanyar am kami handak kesituan lawan Nanda ! “. Mendadak berubah raut muka Bang Andi. Aku tak mengerti apakah beliau benci karena aku mencuri start??. (maaf Bang, bukan maksud ulun kaitu!), Mudah-mudahan itu hanya hal lain yang aku tidak bisa menafsirkanya. “aduh, ikam ni kada paham, urang tu jangan di kuya aku membawai kam tadi, hi’ih akan ja apa jer sidin !. menyenangkan hati sidin kaitu na!, bemamai sauranganku dalam hati”. Gumamku di dalam jiwa. Lucu memang dunia selalu berputar dan berulang hal yang selalu ku lalui sebelumnya terjadi kembali saat ini.

“mohon titipkan tasnya mbak..! Pak!”.  kata seorang karyawati yang menjaga pintu masuk. Langsung saja kami memasuki ruangan yang penuh dengan rak-rak yang berisi buku berwarna-warni. Tak lama kemudian ” ai. . Kenapa aku sorangan? Mana bubuhan bang Andi dan teman-teman !?” .( Bertanya kepada diri sendiri kayanya). Ternyata mereka satu persatu menuju kawasannya masing – masing. Ternyata benar ya ? orang seniman itu suka memabaca!?. Tapi tidak semua juga sih kayaknya. Ya sudahlah melangkah lah kaki ini menuju rak – rak buku yang berisikan tentang Psikologi, secara aku memang suka dan minat sekali mengetahui lebih dalam tentang Psikologi. (kenapa kada kuliah jurusan Psikologi ja nda. .?

Kaina baluman. .dada duitnya dan waktunya lagi).

Suasana sunyi dan senyap menyertai ruangan baca kala itu, memandang ku ke kertas yang bertuliskan “Braaaaaaak..!”.Tersentak ku terkejut (dikira pembaca rak buku to tahambur. .padahal.. ), ternyata Naruto mengeluarkan jurusnya. .!! (Nah. . Kenapa sasat taka komik Naruto lah??. .sudah. . Sudah kita sambung kisahnya gin!!). Mendadak bosan ku memandangi sambil menyeret membaca buku – buku yang bertebaran dengan berbagai judul yang menarik perhatian dan rasa penasaran. Sejenak ku melihat ke pojok. ” mana kekawanan ku tadi lah? Tak terlihat lagi “. (Singat kata singkat cerita, gesan mahendepi kisah) terdengar suara yang tidak asing lagi, seperti sebelumnya. “mana Nanda tadi ?”. Tak salah lagi itu suara Bang Andi yang mencariku untuk mengajak keluar dari tempat ini. Langsung saja diriku menuju ke tempat dimana datangnya suara itu. Setelah berkumpul kami bertiga. (kasihan ada nang kujuk-kujuk jinguk – jinguk mencariiku, haha.,) ternyata seseorang itu mencariku. Ya sudah lah akhirnya dia sadar kalau aku sudah menemui mereka, keluarlah kami dari toko buku yang terkenal itu. Sembari memandangi cahaya lampu-lampu yang bertebaran di sana-sini, jalan –jalanan Ubin terinjaki, turun naik tangga escalator sampai – sampai aku merasakan penat di kaki. Oh.. ternyata baruku menyadarinya bahwa aku tidak menggunakan kaus kaki. (maka niscaya melatup lah kulit tumit ku.!!, ya kaitu toh mun kada salah bahasa Banjarnya).

 

“Sy. ganii aku mencari kaus kaki?”. Pintaku dengan iba.

“Yu ja., kasi”. Jawab dia

“bepadah lawan bang Andi dulu gen”. Balasku.

Kemudian kami pun berjalan berdua (terlalu detail untuk di ceritakan kayanya.. Sudah gin., hinggan sini haja.) singkat kata singkat cerita aku sudah menemukan kaus kaki yang ku maksud (situ – sini langsung di pasang!.. Memakainya gin di kamar pas..!). Kami keluar menuju tempat yang sudah dijanjikan sebelumnya untuk bertemu dan berkumpul kembali.

“haha..!!. Handak kemana lagi kita?!. . Tambahi ja lagi jalannya handak bukah – bukah kah ?!, sini kulawani.., rugi ai nukar kaus kaki yang jakanya ku nukar di pasar Martapura kawa dapat 3 pasang kada di bawa bukah – bukah. ( baca : Lari ) Ternyata apa? Apa yang terjadi?, mereka tidak ada ditempat yang di maksudkan. Aku pun bingung apakah ini hanya permainan belaka ? (supaya kami habut bedua, pas ai !. . Me-es-em-es-si.. menelponi . Abut ai nomor sidin kada aktif lg ?!).

 

” kayapa kita nih !? “. Tanyaku.

“Santai ja kita kada di buru-buru waktu jua. !!.” jawabnya.

Benar saja keadaan yang terjadi, ternyata mereka mentertawakan kami berdua (yang habut kujuk-kujuk dibawah ) dari atas di lantai 3 tepatnya. Terlalu sungguh terlalu.

 

” maaf. Hape ku mati baterainya habis ! “. Kata bang Andi dari atas sambil tertawa.

Tak lama kemudian pasukan manusia masuk dengan tubuh yang penuh di celomori cat putih bercorak merah memasuki ruang tengah DM. Ya ! itu mereka. .itu mereka yang di maksudkan Bang Andi tadi. Aku tertawa, sedikit tertawa Mentertawakan Diriku Sendiri ketika seperti mereka pada waktu workshop teater beberapa minggu yang telah lalu. Mereka berempat bersama Haris salah seorang mantan ketum Wasi Putih 07 yang tidak lain adalah saudara sepupuku sendiri menuju stand Telkomsel di tempat itu. Terang saja Haris juga sekarang kerja di perusahaan operator sellular ternama tersebut. Kembali penuh canda gurau kami bercengkrama, berkenalan, mengobrol 1 sama lainnya. Salam persahabatan yang di lontarkan sesama seniman pun tercurahkan di kala itu. Seru, asyik memang aku menikmati dunia baru yang sekarang aku geluti. Sampai akhirnya waktu menunjukan 05.30 sore. Kaki-kakipun terasa penat dan ingin segera beranjak dari tempat ini.

“bulikankah kita ? “. Tanyaku kepadanya

” Beimbaian sidin gin !” jawabnya.

Langsung saja ku bertanya kepada beliau.

“Bang lawas kah lagi pian disini?”.

” he’eh, kami lawas lagi. Ayu ja buhan kam mun handak bedahulu ! ”

.(beuih abang neh. .!!! Pemahaman banar. Dalam hatiku).

“Ya sudah. .kami bedehulu Bang lah.! Asalamualaikum..!! ” (bujur jua kah kaya itu semalam pas handak bulik. ??. Kada ingat jua nah!!). Kami pun beranjak pergi dari gedung ini. Menuju kampung halaman yang sudah seharian tertinggalkan.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s