Mentertawakan Diriku Sendiri Bagian IX

Standar

Detak jantung berdetak dan perut pun terasa seperti diskotik. Ku tengok lingkaran perputaran waktu yang menempel erat di dinding. Hari memang sudah sangat – sangat siang, hampir sore malah. Tepat pukul 02.00pm. “ Hahaha.. “.  Aku kembali tertawa MENTERTAWAKAN DIRIKU SENDIRI terlena dalam buaian pulau kapuk yang empuk namun mengindahkan lamunan membuatku tersuntuk. ( bahasa banjarnya : Larut. . Larut Banar aku hari ini siang parak kamarian hanyar babangun awak ! ). Huft.. ku coba membangunkan tubuh ini dari tempat tidur. Berat terasa rasanya. Perlahan ku merapikan tempat tidur. Mengambil peralatan mandi dan bersiap untuk membersihkan diri. Sudah lah. . Ku urungkan saja niat hati ini untuk menulis suatu karya. Secara aku bukan orang yang pintar yang pandai membolak-balikkan kata-kata. Aku juga bukan orang yang mengerti sastra. Berharap hari esok tidak akan terlena dan larut dalam buaian seperti hari ini lagi.

 

Ku langkahkan kakiku menuruni tangga

menuju kedamaian dan kesejukan suasana di dalam kamar mandi.

Seraya berkata-berkata dan Tertawa.

Aku tertawa MENTERTAWAKAN DIRIKU SENDIRI.

 

Pasayangan, 13 Des ’10 04.30 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s