Mentertawakan Diriku Sendiri Bagian VIII

Standar

Cahaya mataharipun menilik masuk ke jendela kamarku. Terlamun ku teringat kembali dengan rekan – rekan seni di STB, WASI PUTIH, DAWAI, SAMPAN, KITA, MATAHARI BAHANA, HIMASINDO, AWAN, HALILINTAR, AR – RUMI Dan lainya, jika seandainya kelak suatu saat ( ini seandainya aja lah ! ) nama-nama kalian terpampang jelas di tulisanku. Aku mohon maaf kalau itu memang suatu kesalahan dan aku minta dukungan kalau itu suatu kebetulan ( waduh. Kayapa tuh, kebetulan jer?? ) mungkin kalianlah yang menjadi inspirasiku ketika menulis. Tiada maksud untuk menyinggung atau lain hal. Hanya aku bingung, aku bingung tak bisa berkata – kata, tak tahu harus memulainya darimana, dalam otakku seperti ada pertempuran yang dahsyat memperebutkan piala bergilir kelas dunia. Dunia. . Ya dunia. .ini lah duniaku. . Dunia yang bebas tanpa aturan tanpa paksaan sesuka hatiku untuk mencampur adukan. Di kala aku bermain musik, berlagak dan mengkhayal sebagaimana musisi papan atas, aku bermain sembari mengibur hatiku dengan aliran dentuman senar bass yang berjalan. Di kala ku bermain teater, aku bermain dan memerankan peranan manusia di dunia yang di sutradarai oleh Sang Pencipta. Di kala ku melihat sudut pandang yang indah aku pun berlagak seperti sang photographer professional yang menikmati ketika shuter ku tekan dengan jari telunjukku. Kenikmatan itu mengalir di tiap aliran darahku sehingga menusuk perasaan, pikiran, dan perputaran mesin di dalam otakku. ( hadooowh., sudah. .sudah. .makin parak habis. Makin amburadul tulisanku.. Aku bingung..aku bingung Harus menyudahi tulisan ini sampai mana? Aku bingung . .aku bingung sambil tertawa. Mentertawakan Diriku Sendiri ).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s