Renungan Gila Kawan II

Standar

Ketika membuka mata di pagi hari
sadarkah kawan lupa apa yang dsyukuri
matahari terbit dari timur
udara yang menyehatkan
hari yang cerah memberikan semangat kawan untuk berkehidupan
sarapan
menuntut ilmu
namun salah jika kawan ketika bangun sudah mencemooh kawan
kawan tidak sadar kalau yang dilakukan tidak selalu benar
prasangka buruk masih menyelimut dihati
rasa sombong masih berdiri
tak ada harga seseorang dimata kawan
seakan-seakan apa yang dilakukan gelandangan selalu salah
jangan menilai buku hanya dari covernya kawan
tapi liat isinya yang menawan
tahukah kawan kalau iman seseorang miskin lebih kuat dari seorang jutawan
orang-orang yang dipergunjingkan lebih dekat dengan Tuhan
kawan menuntut ilmu namun tak bisa menjaga hati untuk mencemooh orang
itu takkan menjadi hasil kawan
ingat Tuhan tidak cukup kalau perintahNya tidak kau jalankan
memang banyak yang sudah kalian lalui
tapi jangan lengah
masih banyak yang harus kawan lalui
hidup jangan berhenti disini
tapi bagaimana agar kita memahami
skenario hidup yang penuh tumpukan jerami
jangan kira kawan berselimut emas murni
ingat kawan sudah berapa banyak terima kasihmu kepada Tuhan
pernahkan kawan terima kasih terhadap kehidupan yang diberikan
tiap nafas yang kawan hembuskan
tiap mata yang kalian kedipkan
tiap rambut yang berjatuhan
tiap hidung yang mencium bau-bauan
tiap mulut yang mampu merasakan
tiap kulit yang peka terhadap rangsangan
tiap otak yang selalu berpikiran
tiap tangan yang selalu melambaikan
tiap jari yang selalu merengang
tiap kaki yang selalu melangkahkan
semua yang ada di jasad kawan
itu karna ruh dari sang pencipta kawan
kurang rasa syukur lebih tepatnya kawan
jika kawan mengakui sebagai orang yang bersyukur
aku heran
rasa keakuan kawan hanya kesombongan
pernahkah kawan berterima kasih kepada rentetan tulisan didalam kitab ilmu pengetahuan
pernahkah kawan berterima kasi kepada cermin yang memberitahu rupa kawan
bagaimana iya diciptakan
nampang didinding tanpa perhatian
tanpa dibersihkan
pernahkah kawan berterima kasih kepada jam tangan
yang selalu menemani kawan di perjalanan
yang jikalau tanpanya kawan
waktu kalian berhamburan
semua rencana tak akan terlaksanakan
pernahkah kalian berterima kasih kepada tanggalan
yang setia setiap hari majang tanpa lelah tanpa perhatian
senyumlah kawan ketika membaca tulisan
karna hal ini tidak luput dari semua insan
kadang kita menyadari namun tak terperhatikan
kadang kita lupa namun tak dikembalikan kepada Tuhan
dunia hanya titipan
jangan pernah kau ambil pusing masalah keduniaan
jalani saja kehidupan
biarkan air sungai mengalir menuju lautan
biarkan hidup berperan sesuai skenario Tuhan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s