Ruang Gelap Tak Bersekat

Standar

Memulai dengan hal yang tak pantas
sampai titian berujung tidak penting
biar saja ini celaan
hanya saja mereka tidak paham
seperti bilik sunyi kepunyaan seseorang
perkuatkan prasangka kepada semua insan

dari sudut hijau berwarna kelabu
seperti paku yang menggantungkan sapu
pintu-pintu bermotif hijau berwarna kelabu
sengaja ku ulang biarkan terlihat kaku
aku menyeret kekiri pandang
tertata garis-garis papan
bingkai foto terpajang berhamburan
sejumlah para ulama yang selalu terpandang
wajah cerah bercahaya tanpa beban
dialah sang utusan Tuhan
mewariskan segala yang diberikan kepada kekasihNya

menyeret mata kebahu
seperti susunan buku dalam dedaunan
kitab berserakan namun tetap beraturan
lilitan batu 100 bergantung di pemuka cermin
lilitan kayu 100 di pembuka ulin
kapas bergantung di ujung Runcing
sebotol farfum yang jatuh selalu berbunyi gemercing

menyandar punggung melihat langit
kayu remuk hampir jatuh
cicak-cicak berdiskusi
mungkin mencari mangsa
atau hanya sekedar joging malam

hari-hari demi angka bersusun bulan berpintu tahun jelas di atas kepala
sang kepala negara beserta raja muda
nampak dihadapan mata kewibawaannya

ah,
geserkan diri kehadapan mata
sepasang sepatu lusuh bersandar dikayu
plastik berputar yang menyebabkan hawa sejuk terasa
sebatang rokok menyala
ku titi jari merasakan semua
aku termenung dalam kamarku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s