Untukku untukmu bukan untuk dipaham

Standar

Seni, gaya, dan keindahan tampil dengan coraknya sendiri. ” Mengapa aku harus cemas?. Tuhan memiliki rencanaNya sendiri dan apakah hakku mempertanyakannya?”.
“kau seharusnya tak perlu cemas. Tuhan punya cara tersendiri yang tidak kita ketahui.” jika perkiraanya benar, Tuhan akan memudahkan jalan sehingga sarannya itu terlaksana.
“jangan sentuh huruf-hurufku”
“huruf-hurufmu! Itu cuma tulisan di atas debu! Sebaiknya kau menolongku membersihkannya daripada mengajakku bertengkar!”
“biarkan aku, kumohon.”
“kamu sinting! Tulisan ini omong kosong. Apa gunanya? Apakah dengan menulis kamu bisa mendapatkan roti atau kamu jadi mahir memeras susu sapi?”. Menarik nafas panjang. Hasilnya selalu sama: entah menangis tesedu atau akan tersenyum melupakan. Betapa menjengkelkan!.
“kalian membuat kami berdua gila”
“aku tak bisa menjelaskan”
“aku ingin belajar membaca. Aku sangat ingin. Bagiku ini sangat penting.”
“apa yang sangat penting?”
aku tak bisa menjelaskannya. Aku tak bisa.”
“yuk, kita siapkan makanan.”
” isi gelasku, berhentilah bermimpi, lanjutkan makanmu.”

Muriel Maufroy

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s