Biaya Persalinan Gratis

Standar

Ini adalah tulisan saya masa lampau. Tepatnya di awal tahun 2011 Lucu juga kalau saya membacanya kembali.

Memang hal-hal yang gratis selalu menyenangkan bagi kalangan yang kekurangan dalam hal pembayaran. Perencanaan biaya persalinan yang di Gratiskan pada Tahun ini menuai berbagai macam selisih paham. Seperti halnya pendapat para rekan yang berprofesi sebagai Bidan atau yang masih dalam ruang lingku Akademik Kebidanan. Linda, Salah seorang Mahasiswi Akbid Sari Mulia mengatakan “Biarpun gratis, tapi tidak menjamin kualitas dengan digratiskan biaya persalinan bisa mengurangi angka kematian ibu dan bayi.” menurutnya tidak meyakinkan bahwa dengan di gratiskan biaya persalinan bisa mendukung program KB.

Hal ini tentunya sangat berselisih paham pada Program-program Keluarga Berencana (KB) yang sudah dicanangkan. Karena mungkin saja masyarakat tak terlalu menghiraukan biaya lagi ketika melahirkan. Namun, Siti Aqmalia yang juga dari Akbid Sari Mulia mengemukakan pendapatnya “Bagus untuk masyarakat menggunakan tenaga kesehatan, bukan dengan dukun kampung. Walau gratis dari masyarakat, tapi seharusnya ada penghargaan atau santunan dari pemerintah.” Riska Diniar juga berpendapat “Kerugia yang di dapat berkurangnya pendapatan untuk jasa bidan.” padahal dengan biaya persalinan yang digratiskan memungkinkan keuntungan Partus MA DK dan AKI (Angka Kematian Ibu) dan AKB (Agka Kematian Ibu) dapat diturunkan lagi.

Selain yang sudah diterangkan, sebenarnya masih banyak pendapat-pendapat konyol namun masuk akal dari kalangan-kalangan yang bersangkutan. “wah, kalau begini keadaan, kada jadi sugi bidan.”
dan masih banyak Pro dan Kontra yang terjadi di berbagai kalangan. Seperti pendapat yang mengatakan “yang paling penting gajih jalan terus, kasihan bidan kalau tidak ada penghasilan lagi.” berbagai pihak Bidan juga berkomentar “jangan dong, ilmu kita kan mahal.”

Dari kalangan yang setuju tentu akan menerima dengan Senang wacana tersebut. Tidak masalah, asal apa yang dilakukan dalam menolong persalinan di biayai Pemerintah. Kalau penggantian materinya bisa dipastikan, maka ini semua tidaklah masalah. Memang ini juga suatu tantamgan buat para Akademis Kebidanan ketika nanti menjadi Bidan Desa, itu mungkin saja meninggikan angka kelahiran. Pihak lain juga berpendapat “tidak apa-apa, itukan tahun 2011 ini saja.”

kita semua tentunya berharap, mudah-mudahan saja kinerja pemerinta dalam mengelola bidang kesehetan mempunyai konsep yang matang untuk dijalankan. Dan tentu saja tidak ada pihak yang terlalu dirugikan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s