Candu

Standar

Mobil itu melintas di bebatuan yg menghiasi kampung berhias danau. Di perbincangan pondok makan, mereka berkumpul di arena balap yang sudah tidak asing lagi dikalangan pencari berita.
“Lama tak berjumpa!” kata Deden kepada Arlin.
“Iya, Urusanku sekarang merambat ke pemerintahan bro!
“Hmmm, kamu mau jadi politik ya?”
“Ah, tidak! Dunia politik itu hanya mainan saja. Jangan terlalu kau percaya!” Dengan nada meremehkan kepada Deden.
“Wah berani sekali! Kamu lupa kalau aku Budayawan yang sering bekerjasama dengan pemerintah?”
“Aku ingat! Memangnya kenapa? Kamu tersinggung? Sudahlah… Jangan di dramatisir, pekerjaanku tak akan menghambat kinerjamu”
“aku masih bingung! Sebenarnya, apa sih pekerjaanmu sekarang lin? Hanya beberapa bulan tak bertemu, berubah!”
“Berubah bagaimana? Wonderwomen kalle gue!”
“Kamu terlihat lebih jantan… Haha! Dasar cewek tomboy!”
“Ah kamu den, bukankah sejak dari dulu waktu kita SMA. Sampai-sampai si Iwan hampir pingsan gue tonjok gara-gara pegang pantat gue!”
“Whahaha… Bener banget Lin. Aku ingat itu. Sekarang dia bekerja dimana ya?”
“Hmmm… EGP. Ku tinggal ya! Terburu-buru nih. Waktunya mepet!”
“Yoi bro. Hati-hati dijalan ya miss!.” Arlinpun beranjak pergi meninggalkan Deden di teduhan Gedung Iqra Banjarmasin. Dua sahabat sejak SMA yang sudah lama tak bertemu. Karena hujan… Memang selalu karena hujan yang membuat orang-orang mengenang masa-masa tak terduga namun menyenangkan tuk di ingat. Tak lama kemudian.
“Braaaaaaaak!!!”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s