Ya

Standar

Ketika roh itu melintas di keheningan suasana dini hari, Razu tak tahu apa yang harus dilakukannya. Seperti belati yang datang mendadak menusuk masuk ke dalam dada. Hanya seketika. Pagi menjelang Razu linglung melihat keadaan kamarnya yang Amburadul. Kadang dirinya menyenangi suasana berantakan seperti di kamarnya, namun terkadang dia juga merasa risih dengan keadaan kamar yang terlihat kotor. Razu berjalan menuju kamar mandi dan mempersiapkan diri menuju lapangan basket.

Tentunya cuaca yang cerah sangat mendukung kegiatan razu hari ini. Ya, tentu saja karena berjualan es di hari panas sangat membawa berkah, ketika para atlit basket sudah beristirahat, mereka akan langsung menuju gerobak es razu yang biasa nongkrong di sisi lapangan.
“Wah, Paman sekarang gayanya lebih casual ya! Nyentrik banget.” kata seorang Atlet yang bernomor punggung 9 itu.
“Wah, biasa aja mas.”
Ya, memang tak biasa. Sudah beberapa tahun Razu membiyai kuliah dengan berjualan es. Padahal ayahnya seorang pengusaha kayu di daerah Jawa.

Hari semakin sore. Hujan mulai turun, Razu terburu-buru untuk mencari teduhan di seberang jalan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s