Don’t Read (Jangan di Baca)

Standar

memang tidak selalu hujan dan tidak selalu malam yang melahirkan berabgai macam rasa dan karsa. ada yang bergejolak. ada yang bergelombang. dan tidak layang seperti daun embun kopi teh dingin malam air telapak tangan jemari hidung tenggorokan sampah comberan kucing mata ikan tumvuhan rerumputan bahkan air liur yang di campur dengan garam. angin berhembus kencang. kadang perawan, kadang melawan. serbuk caci-maki sudah tak bisa lagi berkembang seperti reruntuhan malam di kala biru mata. memang tak selalu berharga. terlalu kotor, sepeti angggur, ulat, kambung, gigi, liur, bahkan jigong.atau kacang yang berselai air hingus bercampur darah. sangat biasa, terlalu biasa menurutku, jikalau tanah yang sedari tadi kau jilat di dalam selangkangan pahaku menjadi nanah yang menguap. bahkan tidak sedikit selalu bercucuran dan mendesir di kerongkongan telingamu. tidak ada. dia marah. kesal. atau apa sajalah yang membuat dia bangga bahkan sombong angkuh dan luypa diri bahwa dirinya hamba. mendahului kehendak Tuhan adalah jalan satu-satunya agar di perhatikan para manusia yang busuk di keramaian. Bangsat! sungguh nikmat Coklat yang berhias dedaunan ganja dan bernuansa Vanila. Dengan seteguk Juice Alpukat dan kikisan renyah melon bercampur hangatnya lembut tangan seorang gadis berparas cantik berkulit putih dan menebarkan senyuman berbau harum. warna itu kuning. tiba dikala lambung yang melilit di dalam ruangan segi empat bernuansa air. licin, pekat, Harum, dan menjilat muntah dari closed manusia busuk yang menjadi para ulat-ulat bersemayam dalam aroma anjing yang Goblok!, Babi, kacang, anjing, pisang, burung, Sirsak, Madu, Telor. BUsuk. Busuk. Busuk. Menyengat hidung membawa keranda mayat menuju persinggahan para malaikat yang bergigi geram layaknya kelelawar. Busuk. Busuk. BUsuk. hitam terlalu terang di malam ini. siang memercik kibasan pintu neraka yang terlupa akan penyangganya. hilang, malam, sampah, busuk, bajungan, Bangsat! Pemuda berasalaskan Undang-Undang berkeuangan yang maha esa. keadilan bagi seluruh rakyat jelata. Anjing. Bangsat. babi! BUsuk. Sampah. wangi Semerbak yang membawa Air mengalir ke taman bunga mawar, melati, anggrek, Lavender, dan… bau tubuh yang sudah lama mati. seharum coklat di dalam tembuni. darah, luka, darah. luka. darah. darah. darah, Busuk. pekat cair. berasap. menghirup segala kehidupan dengan cacian cemoohan orang yang tak pernah sadar tentang arti kehidupan. hanya sampah. Busuk. Busuk. Busuk. bahkan Rusak seperti Kapal Pesiar yang berhias Berbagai warna Tinja Manusia. Bakso. dengan daging lintah bercampur tetlinga gajah yang sudah di iris tipis sedarah keripik kulit manusia Busuk. Busuk. Sampah.  Cair. mendelisir di telinga layaknya JUice Alpukat yang tengah pahit di kala manis muka sang penikmat gairah Senja di kala Uban tak lagi ungu melainkan Abu-Abu yang tak pernah bersatu dengan merah muda. Saos tomat bercampur darah menjadi hidangan Sarapan tengah malam dengan penuh keceriaan dan kesengan di waktu Terlelap kala manusia mebusuk. bagai sampah. Busuk. Busuk. BUsuk. sampah! Bangsat!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s