Kebisingan Hati Mengajak Pembaca Menikmati Musik

Standar

Jabuk_BDLMeski rinai hujan masih membasahi Kota Banjarbaru, gelaran Launching Novel Kebisingan Hati karya Ananda Rumi berlangsung ramai. Dihadiri sejumlah pelajar, mahasiswa, SMA, dan juga beberapa komunitas dari Kota Banjarbaru termasuk Banjarbaru Dalam Lensa, Jumat, (2/5), di Kedai Kopi Kepo Halaman Pustarda Kota Banjarbaru, kemarin.
sisy2Acara dikemas sederhana itu dimoderatori oleh Manager On|Off Projet Self Publisher sebagai cabang dari On|Off Solutindo Project Harie Insani Putera, dengan suasana kopi gratis kepada para pengunjung. Dalam kegiatan itu, sejumlah pertanyaan diberikan dari masalah pemilihan cover buku, identitas tokoh yang ada dalam novel, juga dari lirik-lirik lagu yang ditulis Ananda Rumi dalam novelnya. Tak hanya masalah dalam novel, penulis juga berbagi tips dan informasi seputar penulisan fiksi dan seluk-beluk self publisher.
sisy4Salah seorang pelajar SMA 1 Martapura Rina menyanyakan arti dari pemilihan cover yang dominan berbentuk es krim dan juga kiat mengerjakan novel yang bisa selesai hanya dalam jangka wakti sebulan. Sedangkan Oche mahasiswi STKIP menanyakan kontroversial tokoh Andra yang ada di dalam novel yang menilai karakternnya mirip sekali dengan penulis yakni Ananda Rumi.
“Pemilihan cover ini didesain langsung oleh Oliel, vokalis band Juice Heart Noise yang namanya juga saya jadikan sebagai tokoh di dalam novel. Dan juga Nuzula Fildzah, teman saya di Jakarta. Pada intinya, symbol tersebut mewakili angka 1. Karena memang Novel Kebisingan Hati adalah episode pertama dari Tetralogi Kebisingan Hati. Kalau es krim mungkin tak jauh dari kesan yang kita tahu, es krim itu bisa jadi disukai semua kalangan, manis, menyegarkan, dan menyenangkan. Saya berharap juga dengan novel ini pembaca bisa terhibur dan menyenangkan,” jawab Ananda.
Sedangkan untuk tokoh Andra, katanya, sebagai tokoh utama dalam novel Kebisingan Hati ia menjelaskan kalau itu adalah tokoh fiksi.
“Tokoh Andra adalah fiksi. Hanya saja saya memasukkan beberapa pemikiran dan opini yang saya punya ke tokoh utama. Karena novel ini menggunakan sudut pandang ketiga maka penulis pun bisa menceritakan dari segala sudut. Termasuk konflik yang terjadi di beberapa tokoh lain. Tokoh nyata yang saya pinjam namanya ada Oliel, Ezha, Arul, Reza, dan Kevin. Sedangkan tokoh yang betul-betul fiksi dan saya ciptakan sendiri yakni Verda, Alanis, Erland, dan Elysia. Oh iya, juga ada figuran seperti Bibi Kantin Gaul dan Bapak Oveje,” bebernya.
Diakuinya, untuk persoalan waktu, ia rutin menulus di mana pun kapan pun karena dimudahkan dengan adanya gadget. Ia menjelaskan terbiasa menulis dengan Blackberry lantas mengirim sejumlah tulisannya itu ke surel pribadi kemudia mengeditnya setelah semua naskah rampung.
Di sisi lain, Oliel yang mengaku rekan dari penulis sewaktu bermain musik bersama Juice Heart Noise merasa bangga karena band yang dulu digawanginya ternyata bisa menjadi cerita menarik dalam sebuah karya fikso yakni novel.
“Sebelumnya memang, Ananda pernah mengungkapkan akan menulis novel bertemakan musik dan memuat cerita band Juice Heart Noise di dalamnya. Tapi kami tidak terlalu menggubris. Saya kira seperti biography. Dan saya tidak terlalu menarik. Ternyata setelah saya rampung membacanya, ini bukan hanya tentang lingkungan di sekitar kami, tetapi persoalan Kota Banjarbaru dari segala sudut pandangnya. Saya sangat mengapresiasi. Gara-gara membaca novelnya saya jadi terinspirasi ingin menulisn novel juga. Mendadak senang membaca,” ungkapnya.

Diakhir acara panitia memberikan t-shirt gratis dan novel gratis kepada pengunjung yang berhasil menjawab sejumlah pertanyaan dari moderator, penulis, dan pengunjung lainnya.

http://www.reverbnation.com/juiceheartnoise

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s